Minggu, 07 April 2019

Kampus dan Kartu Kuning



Oleh
Nurani Puji Islami (@bisiknurani)

“Mahasiswa? Kata apa yang muncul ketika ada yang mengatakan mahasiswa?” Tanya dalam benakku. Mahasiswa yang terdiri dari gabungan 2 kata, maha dan siswa. Maha yang berarti besar dan Siswa yang berarti pelajar, atau seseorang yang sedang belajar di suatu instansi. Mahasiswa dan tanggung jawab social dengan tri dharma perguruan tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
Kampus yang menjadi media untuk menggalih sedalam-dalamnya ilmu. Kampus yang menjadi sarana utama mahasiswa untuk mengembangkan kemandirian dan karakter. Dan kampus pula yang menuntut mahasiswa untuk menjadi pribadi terpelajar. Kampus adalah benda mati yang di hidupkan oleh beberapa oknum yang katanya telah pandai dalam mengatur segala urusan dan birokrasi kampus.
Jika oknum yang terdapat di dalam kampus pandai dan benar adanya, lantas mengapa sampai saat ini masih ada yang menjadikan kampus sebagai masalahnya? Ada apa dengan pendidikan yang tidak merata dan berlaku adil. Adil bukan berarti sama rata, adil adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan porsinya. Tuntutan kampus yang mendoktrin mahasiswa untuk menjadi seseorang yang terpelajar, pun setuju dengan tuntutan itu. Namun apakah oknum tersebut mampu memahami keadaan mahasiswa? Tuntutan tanpa dukungan yang menunjang keinginan.Uang Kuliah Tunggal yang biasa di sebut dengan biaya SPP semakin mencekam, seakan akan membunuh harapan bukan dengan kekerasan. Bagaimana penempatan dan keputusan yang di ambil sehingga tidak sesuai dengan harapan. Pada realitanya, pengambilan keputusan yang terkait dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sangat jauh dengan data yang telah di berikan. Pukulan UKT tersebut yang seolah mematahkan harapan untuk mengubah kehidupan menjadi jauh lebih baik. Adakah penjelasan terkait pembunuhan tanpa kekerasan ini? Ya, mereka hanya diam dan selalu mengubah topic pembicaran. Bisu! Tuli! Dan Buta! Sejatinya mereka sempurna dalam aspek fisik, dan cacat dalam pikaran dan fungsi dari fisik tersebut. Ada apa dengan birokrasi kampus saat ini? Jika seseorang ingin mengubah hidup, namun pendidikan yang masih menjadi permasalahan terbesar dalam Negara ini. Beasiswa yang tidak sesuai dengan penempatannya. Permainan oknum dalam yang kian indah untuk di permainkan.  Jikapun tulisan ini sampai kepada pejabat kotor yang menduduki singgasana emas itu, pun sangat bersyukur dengan hal itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sekolah Menengah ke Atas

Lanjutan  " Sekolah Menengah Pertama" Oleh Nurani Puji Islami      Hari itu tepat hari senin, hari itu yang akan mem...