Minggu, 31 Maret 2019

Mahasiswa



Oleh 
Nurani Puji Islami
@bisiknurani


Mahasiswa
Kesibukan yang luar biasa
Tipologinya pun berbeda
Ada yang suka membaca hingga yang suka belanja
Kampus rusa dengan sejuta rasa katanya
Suka dan duka yang menjadi sarapan setiap saat
Kampus yang ku gunakan untuk menggalih ilmu
Doa adalah senjataku,   semangat adalah cangkulku.
Tak hanya usaha, perkuat harapan dengan doa-doa.
Ada banyak rasa yang menjadi perasa. Ada banyak nikmat yang menjadi nikmat.
Berani mencoba lebih baik daripada hanya menjadi seorang pendiam.



Jumat, 29 Maret 2019

Ratu Senja


Oleh
Nurani Puji Islami
IG @bisiknurani

Merah jambu memantik
Parasmu yang tak lagi menarik
Tipuan yang terkalahkan oleh harapan,
Yang tak kunjung padam
Harapan yang telah menjadi sarapan
Sarapan luka yang selalu saja kau siram
Ah,
            Begitu tersayatnya hatiku ini
            Hingga jiwaku  telah mati
            Senja yang selalu ku nanti
            Kini pergi dan tak pernah kembali

Kemanakah Ratu itu ?
Lemah? Atau kah hilang arah?
Atau Ratu mulai diam?
Diam membisu melihat harapan dengan matanya yang kosong

            Begitu lemahnya dikau!
            Jatuh tanpa darah yang menjadi hiasan
            Hah!
            Luapkanlah, jika tidak
            Akulah yang menertawakan…


Aku Adalah Aku


Oleh
Nurani Puji Islami
IG @bisiknurani


Aku adalah aku, diriku, dan jiwaku. Sesuatu yang masih menyatu dalam darah dan fisikku. Aku tak pandai, tak pula pintar. Bersuara melalui tulisan adalah hobiku. Aku tak ingin berteriak seperti mereka, bagiku itu adalah cara yang sangat tak bermoral. Tak berfaedah tak bermanfaat pula.

Aku menyukai tertawa apalagi membuat menebar tertawa kepada semua orang. Menyukai tawa dan senyuman setiap orang. Aku hanya ingin memberikan energi positif teruntuk mereka. Agar mereka tak menyerah dan selalu mengeluh menghadapi masalah. Aku adalah orang yang selalu ingin memberikan solusi dalam setiap permasalahan, sayangnya aku tak pandai dalam hal itu , karena aku hanya mampu menggerakan.

Aku hanya ingin membagikan setiap kebahagiaan yang aku rasakan. Kepada mereka orang-orang yang ku kenali. Terkadang aku tak ingin melihat mereka memiliki rasa kasihan padaku, karena aku pun tak suka dikasihani. Aku adalah orang yang selalu merasa mampu mengatasi permasalahanku. Paling tidak aku hanya akan mengeluh kepada Tuhan, ayah dan ibuku.

Jangan salah, aku tak semampu itu. Aku tak sebaik itu. Aku tak sebahagia itu. Aku hanya mampu menutupi diri dari badai yang menyerang diriku sendiri. Sudah ku bilang, aku hanya ingin membagikan kebahagiaan bukan kesedihan. Aku adalah orang yang marah jika sedang serius kemudian di bercandakan. Jangan pikir aku tak pernah mengeluh, tentu saja aku pernah mengeluh. Bagiku mengeluh adalah hal yang sangat wajar sebagai manusia.

Bagiku tulisan adalah teriakanku bahkan jeritan hatiku. Biarkan Tuhan yang serba Maha mengetahui isi dan sedalam-dalamnya diriku ini. Inilah aku, aku yang begini, apa adanya, dan bisa dibilang sangat sederhana, aku adalah orang yang tak suka keribetan.

Ah sudahlah, jangan terlalu memahami tulisanku,aku tak yakin kau akan mengerti macam tulisanku ini. Sungguh tak berarti sebenarnya. Tapi percaya atau tidak, kau harus percaya. Bahwa tulisan adalah suatu hiburan diri bagiku. Tak perlu kau berteriak untuk menyuarakan hati, karena menulis pun akan membantu untuk menenangkan hati. Itu adalah Aku.

Rabu, 27 Maret 2019

Anak kandung pertiwi




Oleh

Nurani Puji Islami
IG @bisiknurani

Tanah air yang beragam

Sudut barat hingga timur,selatan hingga utara

Cucu pertiwi masih terbaring

Menutup erat mata dan enggan untuk bertindak

            Alam marah karena ulahnya

            Perpecahaan dimana-mana ku Tanya sebab keyakinan katanya

            Kau hujat dia sampai berbusa

            Melempar duri dan api dimana-mana

            Tuhan marah bukan karena keyakinan, perilakumu itu!

            Integritas yang tak terikat

 Kelabu sudah negeriku ini

Kaku tak toleransi

Daripada mebantu jatah si Iblis

Lebih baik busungkan dada seraya berkata

“Aku anak kandung Indonesia, Aku pancasila”


Sekolah Menengah ke Atas

Lanjutan  " Sekolah Menengah Pertama" Oleh Nurani Puji Islami      Hari itu tepat hari senin, hari itu yang akan mem...